Iklan

Rabu, 27 Januari 2021

Banyak Informasi Dipelintir Soal Potensi Gempa dari Sesar Lembang

Banyak Informasi Dipelintir Soal Potensi Gempa dari Sesar Lembang


LineBuzz,Bandung - Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) BMKG Bandung mengatakan banyak informasi yang dipelintir soal potensi gempa dari Sesar Lembang. Menurutnya ada berita yang dihembuskan tentang gempa yg disebabkan Sesar Lembang akan terjadi 2021.

"Kemarin banyak yg memelintir soal Sesar Lembang di 2021 akan mengeluarkan energi. Itu keliru dan salah  persepsi. Gempabumi tidak bisa diprediksi berapa besarnya magnitudo dan kapan waktunya," ujar Rasmid dilansir dari detikcom, Selasa (26/1/2021).

Wallaupun demikian Rasmid menyebut bukan berarti masyarakat dan pemerintah daerah akhirnya abai terhadap potensi kegempaan yang bisa disebabkan oleh Sesar Lembang, yang saat ini masih dalam fase tidur panjang.

"Kami dari BMKG selalu monitoring dan waspada aktivitas sesar di jawa barat. Hanya saja yang menyatakan Sesar Lembang akan pecah di tahun 2021 itu tidak benar. 

Potensi sesar jelas ada, akan tetapi kita tidak memahami kapan dan berapa besarnya. Berdasarkan kekurangan ini, kita harus selalu waspada dalam skenario terburuk," tegasnya.

Rasmid menyebutkan sejak tahun  2012 sampai saat ini belum ada kegiatan gempabumi dari Sesar Lembang yg tercatat melalui seismograf BMKG.

"Periode 2010-2012 itu ada 14 kali gempa bumi dengan magnitudo mini  , hanya 1,2 sampai 3,3. Paling besar bisa dirasakan itu tahun 2011 di Kampung Muril, Desa Jambudipa, KBB dan ada retakan pada rumah masyarakat. Setelah itu, dari 2012 sampai kini  tidak terdapat dari jaringan seismograf," jelasnya.

Namun Rasmid menuturkan ada potensi pelepasan energi Sesar Lembang dalam periode 500 tahun sekali. Berdasarkan kajian paleoseismologi (studi tentang peristiwa gempa pada masa lalu) Sesar Lembang pernah melepaskan energi besar pada tahun 1600-an.

"Tahun 1600 itu belum terdapat seismograf pada kita, akhirnya dengan melakukan paleoseismologi. Nah berdasarkan situ bisa disimpulkan bahwa telah terjadi pelepasan energi yang besar  dalam tahun 1600," ungkapnya.

"Nah dari perumusan periode ulang sesar Lembang, akan timbul gempa yang sama itu sekitar 500 tahun sekali. Jadi jika dihitung dari tahun 1600 ditambah 500 tahun, ya jadi tahun 2100 itu hitungan kasarnya. Potensinya dapat terjadi tahun 2075, bisa jadi tahun 2125. Jadi 2100 itu masih kasar," kata Rasmid menambahkan.


Source: detik.com